Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Aplikasi Digital Upgrade SIMR (Sistem Informasi Manajemen Risiko) Versi 2
17 Juli 2026
Pelatihan Aplikasi Digital Upgrade SIMR (Sistem Informasi Manajemen Risiko) Versi 2 untuk Pemantauan Limit Risk Appetite & Risk Tolerance dan Menyusun Laporan Penerapan Manajemen Risiko yang Terintegrasi ke Laporan Profil Risiko BPR-BPRS (Aplikasi SIPRO) - Diselenggarakan oleh DPD Perbarindo Jawa Tengah melalui Yandora (Batch III) Summary Pelatihan Aplikasi Digital SIMR Versi 2 1. Bapak dan Ibu Peserta memahami perbedaan Laporan Penerapan Manajemen Risiko yang dihasilkan oleh Aplikasi Digital SIMR (Sistem Informasi Manajemen Risiko) dan Laporan Profil Risiko yang dihasilkan oleh SIPRo (Sistem Informasi Profil Risiko); 2. Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMR) BPR adalah Sistem yang dirancang secara digital untuk menyediakan informasi pengelolaan risiko BPR guna mendukung proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko. SIMR terintegrasi dengan SIPRo untuk Penilaian Risiko Inheren Kredit dan Likuiditas sehingga BPR tidak perlu menghitung dan membuat narasinya secara manual (Di SIMR dibantu otomasi perhitungan dan analisis dengan BPR - Artificial Intelligence ); 3. Sedangkan Aplikasi SIPRo (Sistem Informasi Profil Risiko) adalah sistem yang dirancang secara digital untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas BPR - BPRS dalam menilai Penerapan Manajemen Risiko (PMR) berupa penilaian Profil Risiko yang meliputi penilaian terhadap Risiko Inheren dan penilaian terhadap Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR). Hasil penilaian dimaksud dilaporkan ke OJK dalam bentuk Laporan Profil Risiko; 4. Bapak dan Ibu peserta telah berhasil melakukan simulasi menggunakan Aplikasi Digital SIMR yang menyajikan: (1) Tingkat Kesehatan BPR dan Indikator Keuangan ( Prudential Banking ); (2) Pemantauan Risiko Inheren - Kredit (terintegrasi ke SIPRo-LPR / Penilaian Risiko Inheren Kredit); (3) Pemantauan Risiko Inheren - Likuiditas (terintegrasi ke SIPRo-LPR / Penilaian Risiko Inheren Likuiditas); (4) Penetapan Limit Risk Appetite (RA) dan Risk Tolerance (RT); (5) Pemantauan dan Realisasi Vs Limit RA dan RT; (6) Laporan Gap Likuiditas (Profil Maturitas); (7) Portofolio Kredit Per Kolektibilitas; (8) Kontribusi NPL Debitur Inti dan Non Inti terhadap Total NPL; (9) Kontribusi NPL Per Sektor Ekonomi terhadap Total NPL; (10) Total Dana Pihak Ketiga dan Low Cost Deposit (LCD); (11) Registrasi Kejadian Risiko ( Risk Event ); (12) 10 Risiko Tertinggi Bidang Operasional; (13) 10 Risiko Tertinggi Bidang Perkreditan; (14) Pemantauan Pengaduan Nasabah ( Tracking : Issue, process & close ) ; (15) Pemantauan Pemberitaan Negatif ( Tracking : issue, process & close ); (16) Rekomendasi PEMR/SKMR; 5. Bapak dan Ibu peserta dapat memahami dengan baik cara menetapkan Risk Tolerance dan Risk Appetite dengan terlebih dahulu mengetahui polarisasi parameter termasuk besaran rasio atau angka yang ditetapkan dengan konsekuensinya jika dikaitkan dengan penilaian profil risiko yang dilaporkan ke OJK (Catatan : Pemantauan Limit Risk Appetite dan Risk Tolerance serta tindak lanjutnya sering menjadi temuan pemeriksaan OJK); 6. Di SIMR telah tersedia fasilitas impor data untuk meminimalisir input manual yang dapat menimbulkan pain (penderitaan); 7. Di SIMR juga telah tersedia bantuan pengisian dengan dukungan BPR-AI ( Artificial Intelligence ) untuk memberikan perspektif analisis terhadap data; 8. Bapak dan Ibu peserta telah mempraktekkan bahwa dari seluruh isi Laporan Manajemen Risiko secara dinamis bisa dipilah sesuai kebutuhan. Jika PE MR/SKMR hanya memunculkan output pemantauan Limit RA dan RT atau hanya memunculkan Output Perhitungan Risiko Inheren Kredit dan Likuiditas untuk Kertas Kerja Pendukung dalam penyampaian Laporan Profil Risiko (LPR) ke OJK maka dapat mengklik "Dimuat untuk Dilaporkan"; 9. Bapak dan Ibu peserta dalam melakukan penilaian Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR) di Penilaian Profil Risiko muncul pertanyaan secara substantif apakah BPR telah memilik Sistem Informasi Manajemen yang mendukung untuk pengambilan Keputusan dalam pengelolaan Risiko? Maka dengan adanya SIMR ini, BPR memiliki keyakinan telah mengelola risiko dengan dukungan Sistem Informasi; 10. Melalui otomasi pemantauan Limit manajemen risiko, Bapak dan Ibu Peserta dapat menghasilkan SK Direksi Penetapan Limit RA dan RT Risiko Kredit, Operasional, Kepatuhan, Likuiditas, Reputasi dan Strategik; 11. Peserta dapat mengunduh draft SOP Penerapan Manajemen Risiko untuk bahan untuk melakukan pengkinian SOP Penerapan MR di BPR masing-masing. Terima kasih dan salam sukses. #bprgodigital #bprartificialintelligence
Lihat selengkapnya